Muara Cimedang Wisata dan Pemancingan Yang Belum Terlalu Terjamak

Taked By Cimedang Lestari

Muara Cimedang yang bermuara di Daerah Desa Sindangjaya Kecamatan Cikalong adalah Urat nadi pemberi tanda Geografis yang membentang di Tasikmalaya. Hulu Sungai Cimedang ada di Gunung Bangkok serta mengalir sepanjang 70 Km melewati ciamis tasikmalaya dan berakhir di Desa Sindangjaya

Dahulu muara cimedang terkenal sebagai tempat “Ngarungan Jelema” (memasukan manusia ke dalam karung) walaupun berkesan angker muara cimedang masih menyimpan sejuta pesona dengan keindahannya, hal itu di ungkapkan pula oleh Ketua FKPPI Kabupaten Tasikmalaya H. Iwan Saputra saat menyusuri muara seluas 200 Meter ini. “Saya sangat takjub melihat potensi Cimedang dengan pemandangan alam dan sumber daya alam yang sangat kaya ini dengan dijadikan wisata pemancingan,” Bebernya.

 

(Pemilik Hak Cipta: Fb. Cimedang Lestari)

Menurutnya muara cimedang bisa menjadi surganya para pemancing mania untuk menambah pengalaman.

Langkah awal, pihaknya akan mendorong peme­rintah desa yang terlintasi muara tersebut untuk membuat peraturan desa dalam melestariakan ikan black bush agar tidak bisa diambil begitu saja oleh para pemancing agar ikan yang terkenal dengan tarikanya bisa lestari dan berkembang biak. “Jadi peraturannya bisa dipancing tapi harus dilepaskan,” terangnya.

Sejalan dengan penuturan H Iwan Saputra Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Kelautan Ajat Sudrajat mengatakan memang untuk potensi pemancingan sangat layak sekali dengan masih banyaknya ikan-ikan yang menjadi sasaran pemancing mania. Bahkan untuk ikan jenis black bush di Sungai Cimedang masih ditemukan dengan berat mencapai 10 kilogram.

Untuk fasilitas, masyarakat dan komunitas menyiapkan perahu motor untuk sarana memancing. Saat ini tidak ada tarif atau retribusi bagi yang ingin mancing di Sungai Cimedang. “Tidak ada bayaran apapun, hanya diharuskan memberi bahan bakar untuk perahu saja,” tandasnya.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan