Wisata Muara Cimedang Cikalong Tasikmalaya

Untuk Anda yang hoby bertualang, coba sekali-kali menjajal tantangan untuk nikmati keindahan Sungai Cimedang, Tasikmalaya. Sungai Cimedang, jadi ” urat ” pemberi tanda geografis yang membentang di Tasikmalaya. Hulu Sungai Cimedang di Gunung Bongkok serta mengalir selama 70 km. melewati Tasikmalaya serta Ciamis sampai ke Kalapagenep. Dahulu dari jaman gerombolan sampai masa Petrus, sungai ini di kenal sebagai tempat ” ngarungan jelema “. Walaupun berkesan angker, tetapi sungai sebagai batas lokasi pada Kabupaten Pangandaran serta Kabupaten Tasikmalaya menaruh sejuta pesona dengan keindahannya.

Terkecuali dipakai oleh masyarakat, sungai ini jadi lokasi wisata. Satu diantaranya fenomena batu jasper di Desa Cibuniasih, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya yang bikin sungai ini lebih terangkat namanya. Sayangnya, wisata di perlintasan Sungai Cimedang ini kurang tergarap dengan baik. Hal semacam ini dari akses, sarana, sampai promosi yang kurang diperkembang oleh daerah setempat. Pada musim kemarau, warga yang ada di tepian Sungai Cimedang, baik dari Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, maupun dari Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, memakai sungai ini untuk keperluan MCK.

Muara Sungai Cimedang Tasikmalaya, Potensi Wisata yang Menanti Dipoles

Untuk Anda yang menginginkan menjajal keindahan batu jasper Sungai Cimedang dapat memakai kendaraan umum dari Cicaheum ke Terminal Tasikmalaya. Dari Terminal dapat memakai bus TKM rute ke Pancatengah. Tetapi apabila Anda berpetualang memakai mobil pribadi dapat dari keluar tol Cileunyi ke Tasikmalaya selatan. Perjalanan lumayan jauh, tetapi keindahan alam sekitaran bakal memupus rasa capek Anda. Apalagi

Potensi Wisata Muara Sungai Cimedang 
Terkecuali batu jasper, satu diantara tempat yang begitu mungkin jadi maksud wisata yaitu muara Sungai Cimedang. Diambil dari http :// oerangcikalong. blogspot. co. id, sekitaran muara Sungai Cimedang mempunyai potensi alam yang bisa diperkembang, yakni :

Taked By Cimedang Lestari

1. Di selama jalan pada Mandalajaya serta Sindangjaya (lebih kurang 14 km) ada rimba pantai yang ditumbuhi oleh beragam tumbuhan pantai.

2. Pantai Sindangjaya ; ada muara sungai Cimedang yang banyak memilki cliff, beach, stack serta satu bukit kecil. Disamping barat bukit pantai itu ada satu muara kecil, yakni muara sungai Cirojeh. Lebih kurang 100 mtr. dari muara Cirojeh ada satu lagoon (danau pantai) yang bisa jadikan tempat bersampan dan

memancing sebagai kompensasi dari wisata bahari. Di samping timur bukit yang bersebelahan segera dengan muara sungai Cimedang, ada dataran yang ditumbuhi pohon kelapa. Daerah ini pas dipakai sebagai arena perkemahan, di samping tanahnya landai serta indah, sarana air tawar untuk memasak serta mandi terpenuhi.

3. Sungai Cimedang, ada pada daerah perbatasan pada Desa Sindangjaya serta Kalapagenep. Sungainya relatif besar untuk ukuran sungai di Pulau jawa, juga ada delta dengan nama Nusa Kalapagenep. Dengan memakai sampan atau perahu bermotor, pengunjung bisa menelusurinya sampai ke muara di mana tempat perkemahan ada. Disanalah sarana wisatawan bisa didirikan, terkecuali alamnya yang mendukung (pemandangannya indah) juga dekat prasarana transportasi.

4. Karangtawulan ; diberi nama juga Poponcol, tempat ini ada pada satu tempat yang jaraknya dari sungai Cimedang sekitaran 3 km. Karangtawulan adalah bukit pantai berupa cliff. Panoramanya indah, tetapi memilki kemungkinan bahaya lantaran morfologinya yang alami penurunan ke arah laut serta selesai dengan cliff. Di seberang bukit ini ada pulau dengan nama Pulau Kolotok yang memerlihatkan dengan terang sistem terjadinya pengangkatan serta gua pantai. Masyarakat memakainya sebagai tempat pengambilan sarang burung walet, lantaran di daerah itu adalah tempat sarang burung walet.

5. Pantai Cimanuk ; adalah daerah paling timur di region Karangtawulan. Pantainya tak curam, ada tanaman pandan serta ketapang di selama jalur. Potensi yang bisa diperkembang salah satunya ada di bukit-bukit kecil di sekitaran pantai itu. Daerah itu mencakup minimum 5 ha untuk jadikan rimba wisata, berjarak sekitaran 5 km dari arah pantai, hingga bila kita ada disana nuansa pantai serta laut tampak dengan terang.

Sayangnya, potensi wisata di Tasikmalaya selatan ini kurang dikerjakan dengan optimal. Walau sebenarnya akses untuk ke muara Sungai Cimedang dapat dijangkau dari beragam arah : Tasik kota, Pangandaran, atau dari Garut selatan. Sarana disini baru hanya service seadanya, umpamanya service perahu bargas oleh masyarakat setempat ; tempat tinggal makan serta warung-warung masyarakat ; juga penginapan yang masihlah minim (numpang di masyarakat setempat). Walau sebenarnya, wisata alam ini sangat mungkin untuk dikunjungi oleh wisatawan lokal ataupun mancanegara.

Sensasi petualangan wisata di muara Sungai Cimedang serta sekitarnya pastinya akan jadi magnet sendiri. Maklum saja, lokasi wisata ini masihlah begitu alami plus bermacam ” service sekadarnya ” dari masyarakat dapat jadi nilai lebih. Umpamanya, wisata berperahu di muara sungai atau nikmati bakar ikan serta kijing (kerang). Belum lagi keindahan bebatuan yang ada di selama aliran sungai. Anda dapat juga nikmati keindahan berjumpanya air sungai serta air laut di jembatan muara. Nah, Anda yang berjiwa petualang, siap berusaha untuk menjajal sensasi berwisata di muara Cimedang?

source: http://www.wisata-tanahair.com/2016/07/muara-sungai-cimedang-tasikmalaya.html

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan